Sambungan dari part 18
Aku hanya bisa merenung seorang diri yahhh kalau jodoh mah gak mungkin kemana..tapi aku sangat mencintainya yarobb...dia pasti bersedih karena sudah dipastikan dia dimarahi oleh papahnya..
Setelah sekian hari kejadian itu..aku merasa ada yang aneh setiap kali aku mencoba untuk melupakannya disaat itulah rasa rinduku semakin menggebu,
Pernah suatu hari dia mengirim pesan singkat yang isinya sangat mengejutkan aku, disaat hatiku sedang berbunga dengan cintanya dia mau berpisah saja..." aa kita udahan aja ya..nda capek sama keluarga" pesan yang sangat singkat tapi menyayat hati...
Deg...aku tak bisa berkata sedikitpun, aku berusaha untuk tetap tegar dan tak menitikan air mata.tapi hati ini terlalu lemah untuk itu, aku hanya bisa menangis sendiri meratapi nasib cintaku,
Entahlah cintaku terlalu besar untuk dia dan baru kali ini aku merasakan cinta yang begitu besar,begitu tulus hanya kepada kekasih sejatiku neetha qonita.
Aku berusaha bangkit dari lemahnya perasaanku..aku menghibur diri dengan pergi ke puncak gunung ciremai hanya untuk menenangkan diri, yah mendaki dengan ditemani sahabatku..
" aa ada dimana, bagaimana kabrnya,? Ponselku bergetar ahh ternyata kekasihku menghubungiku " aa ada dipuncak gunung"... jawabku sederhana saja. " gunung mana?" Dia bertanya seolah mencemaskanku.
Akupun ber-sms ria dengan dia..yang intinya kami masih saling mencintai dan kami tidak mau berpisah...sukhanallah inikah yang dinamakan jodoh? Begitu kuatnya perasaan cinta ini dan baru aku merasakan kekuatan cinta mengalahlan segalanya..