Sambungan dari part 16
Huuuh udah lama lama menunggu eh ternyata dipapa nya masih tidur...dengan kesal ia terus saja ngomel2 ditelingaku aku hanya bisa diam sambil mendengarkan keluhnya...didalam hatiku ingin rasanya aku tersenyum...segitunya kekasihku ketika jengkel..hmhmmmm
Pagi pun berlalu dengan suasana hati yang riang,disambut senyuman sang belahan jiwa dengan alunan suara yang mesra..tapi pagi secerah itu merupakan awal dari prahara cintaku dengan dia,aku merasa dipenjara dalam suasana,disiksa batinku dengan diamnya lingkungan.mungkin waktu itu kalau aku tidak sadar diri pasti ingin aku musnahkan semuanya...rasa itu sedikitpun tak berkurang justru semakin aku ditekan dengan suasana aku semakin ingin memperjuangkan rasa cinta itu aku ingin membuktikan bahwa AKU SERIUS DAN TULUS MENCINTAINYA.
Tapi semua itu tidak berarti kala waktu itu dia menangis dihadapanku..."aa papa sudah tau hubungan kita" keluhnya " tapi nanti nda akan yakinkan papa untuk mengerti bahwa aa adalah pria terbaik untuk nda" ada rasa bangga waktu itu ketika dengan ketulusannya dia berani mengungkapkan rasa itu kepada orang tuanya.
" ass punten saya mau ngobrol dengan bapak apa ada waktu" aku langsung sms nomer bapaknya.
" ngobrol apa" jawabnya singkat
" mengenai hubungan saya dan putri bapak" aku menjawabnya dengan santai saja seolah tidak ada beban dalam hatiku.
"Anaku harus kuliah" hanya itu tulisan yang aku terima dari dia.
Aku hanya bisa diam dengan suasana hati yang tidak karuan.ada rasa bersalah ada rasa jengkel ada rasa takut ada rasa senang...pokoknya campur menjadi satu..
Ahh mungkin aku harus curhat sama orang lain....yahh mungkin aku akan curhat sama pamanya saja barangkali dia bisa membantu aku dalam memuluskan hubungan cinta ini