Sambungan dari part 12
Didalam hatiku yang terdalam aku harus kuat untuk berpisah dengan kekasihku yang sangat aku cintai itu.
Semalaman aku menangis tersedu-sedu membayangkan bagaimana ketika aku hidup tanpa dirinya,tapi akuharus kuat dan aku harus mampu menghadapi semua ini,aku kan laki-laki masa aku harus menangis,"sabarlah a' mungkin ini adalah jalan yang terbaik bagi kita,Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mahluknya" kalimat itu adalah kalimat yang sering dia ucapkan padaku,kata-kata bijak dari seorang wanita hebat..aku bangga punya kekasih secantik dia sepintar dia sebijaksana dia serajin dia,pokoknya dia itu wanita yang sempurna dlmata saya.
"Nda sayang aa pengen ketemu kapan punya waktu? Sekalian aa mau periksa dipuskesmas"tanyaku pada dia tadi malam aku terkena musibah entah karena apa tiba-tiba perutku sakit seperti ada yang mengganjal di saluran kemihku..aku takberdayayang bisa aku lakukan adalah menangis,waktu itu aku sangat takut kamar dikunci dari dalam aku berusaha berdiri untuk membuka kunci itu.aku raih ponsel bututku untuk menghubungi seseorang.aku hubungi kang aid putra kyaiku yang ketiga,tidak dijawab,aku hubungi keluarga kyaiku yang lain.sama tidak ada yang nyambung,waktu itu aku sangat tersiksa sekali aku takut matu.mau menghubungi nita kekasihku rasanya tidak mungkin karena dia kan perempuan
Dan hubunganku dengan dia masih rahasia tidak diketahui oleh keluarganya. " nanti a siang aja sekitar jam 10 an nda mau ngajar dulu" balas dimelalui pesan singkat.
Sembari aku menunggu dia mengajar.aku berolahraga dulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar