Sambungan dari part 10
Prahara cinta
Aku menatap lurus kedepan dengan seksama takut nabrak..kupacu sepeda morotku dengan kencang, melawan derasnya angin dan sengatan matahari yang garang..yang ada dipikiranku waktu itu adalah aku harus cepat sampai dirumah putra pertama kyai ku.
"Sudah nyampai mana" tanya nya dalam suara telfon." Bentar lagi kang aku nyampai" kupacu lebih kencang lagi gas sepeda motorku...dari kejauhan terlihat atap rumahnya.akhirnya aku nyampai juga alkhmdullah
" assalamu'alaikum"...ucapku sambil mengetuk pintu" masuk aja" jawabnya mugkin menjawab salamku dengan lirih yang ku dengar hanya kalimat itu saja." Duduk, kamu bagikan ini kesemua masjid yang ada dikecamatan ini karena dipesantrenku akan diadakan jamiyahan sholawat nariyah.kebetulan putra pertama kyaiku adalah sekretaris jamiyah sholawat nariyah tafrijiyah keraton kasepuhan cirebon.sebenarnya kekasih hatiku itu adalah putrinya dia..jadi aku sekarang aku berhadapan dengab calon mertuaku...h h h he.disela sela obrolanku tiba tiba dia menelfon seseorang entahlah aku tidak tahu siapa uang ditelfonnya..tapi aku menangkap sedikit pembicaraanya" gimana kang kayaknya anaku lulus gak" bocoranya aja" tanya kiyai muda itu" alkhamdullah makasih kabg atas infonya" aku menyimpulkan pembicaraanya bahwa nita kekasih hatiku iti lulus ujian seleksi kuliah bea siswa ke tinur tengah tepatnya yaman.
Deg bergetar hatiku..membayangkan kalau sampai terjadi mungkin aku akan merana.bayangkan aky nanti ditinggal selama 5 tahun gak kuaaaaaat.
Setelah selesai aku langsung bergegas menunaikan tugasku mengantarkan undangan jamiyahan.ditengah-tengah perjalannaku aku telfob kekasihku.." nda sayang....nda lulus dan diterima bea siswa ke yamannya.." alkhamdullah yang bener a' kata siapa...ucapnya penasaran aku ceritakan kronologi cerita itu..dia kelihatannya senang tapi juga sedih karena akan berpisah denganku...
Tetes bulir bening membasahi kedua pipiku meratapi nasib yang akan berpisah dengan kekasih hatiku,berpisah dengan belahan jiwaku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar